---
title: PKO Bank Polski Gunakan Agen AI untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional
url: https://www.elseif.net/id/pko-bank-polski-gunakan-agen-ai-untuk-tingkatkan-efisiensi-operasional
published: 2026-10-19T09:01:51+00:00
language: id
section: Agen
source: https://www.computerworld.pl/article/100053931/pko-bank-polski-chce-budowac-przewage-dzieki-ai.html
organizations: PKO Bank Polski
publisher: elseif
---

# PKO Bank Polski Gunakan Agen AI untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

PKO Bank Polski menerapkan agen kecerdasan buatan untuk mempercepat penanganan surat elektronik dan memperkuat infrastruktur internal mereka.

Bank tersebut mengembangkan solusi bernama Agent Zero yang dirancang untuk mendukung korespondensi surat elektronik. Penggunaan alat ini telah mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk membaca surat elektronik dan menyiapkan jawaban dari enam menit menjadi dua menit. Sistem ini bekerja sebagai proses agen di mana berbagai elemen membaca, menginterpretasikan, dan mengurutkan isi pesan serta menentukan topik masalah sebelum merujuknya pada prosedur yang berlaku.

Proses ini tetap menggunakan pendekatan manusia dalam lingkaran, di mana karyawan menerima usulan jawaban beserta informasi pendukungnya, namun manusia tetap menjadi pihak yang membaca dan mengirimkan jawaban akhir kepada nasabah. Solusi ini dibangun oleh insinyur hiperotomatisasi bank menggunakan alat sumber terbuka dan beroperasi sepenuhnya di dalam infrastruktur milik bank sendiri.

Strategi kecerdasan buatan bank ini didasarkan pada lima pilar utama. Pilar pertama adalah mengutamakan bisnis untuk meningkatkan pendapatan atau mengurangi biaya. Pilar kedua berfokus pada data dan teknologi melalui modernisasi sistem. Pilar ketiga menekankan keamanan dan kepatuhan regulasi sejak tahap perancangan. Pilar keempat adalah literasi kecerdasan buatan bagi karyawan, sementara pilar kelima adalah persiapan bisnis dan tim teknologi terhadap perubahan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari pengembangan kompetensi, bank telah memberikan akses ke basis pengetahuan internal kepada 22.500 karyawannya. Basis pengetahuan ini berfungsi sebagai sumber kebenaran tunggal yang juga akan digunakan oleh agen dan bot suara untuk melayani karyawan maupun nasabah.

Implementasi Agent Zero memakan waktu kurang dari tiga bulan, yang menurut pihak bank menunjukkan evolusi dalam manajemen proyek teknologi informasi. Bank ini juga menghadapi tantangan berupa kurangnya tenaga ahli kecerdasan buatan di pasar kerja serta perlunya interpretasi regulasi yang lebih jelas dalam sektor perbankan.
