---
title: Smart-TV Menjadi Lebih Bodoh Berkat AI
url: https://www.elseif.net/id/smart-tv-menjadi-lebih-bodoh-berkat-ai
published: 2026-10-23T05:28:16+00:00
language: id
section: Agen
source: https://www.bright.nl/nieuws/2148884/slimmeriken-gebruiken-ai-om-hun-smart-tv-juist-dom-te-maken.html
publisher: elseif
---

# Smart-TV Menjadi Lebih Bodoh Berkat AI

Televisi pintar telah meningkatkan ruang tamu, tetapi ada sisi negatifnya. Televisi kini menjadi lebih komersial dengan banyak iklan. Ini mendorong pengembang untuk menggunakan AI agar televisi kembali menjadi lebih bodoh.

Televisi pintar memiliki banyak keuntungan, seperti terhubung dengan internet dan memiliki aplikasi untuk menonton layanan streaming, bermain game, dan mengendalikan smarthome. Namun, pengguna harus menerima lebih banyak iklan, terutama di layar utama yang sering kali dipenuhi dengan iklan. Konsumen mulai menggunakan AI untuk menonaktifkan konten berbayar, mencegah pelacakan perilaku menonton, dan menghapus perangkat lunak yang berat.

Gerakan Dumb TV ingin televisi tidak lagi menjadi papan iklan. Pabrikan mendapatkan keuntungan dari penjualan televisi sekaligus menampilkan iklan dan menjual data tentang perilaku menonton konsumen. Automatic content recognition (ACR) berperan besar dalam hal ini, yang mengenali apa yang ditampilkan di layar melalui audio atau rekaman layar, yang merupakan pelanggaran privasi yang signifikan. Selain itu, televisi menjadi lebih lambat akibat hal ini.

Proses menjadikan televisi lebih bodoh telah berlangsung lama, tetapi kini dengan adanya AI, vibecoding mempermudah proses tersebut. Misalnya, Claude Code dapat digunakan untuk membersihkan televisi dan membuat antarmuka menjadi lebih minimalis. Dengan cara ini, televisi dapat terlihat lebih mirip dengan Apple TV yang bersih.

Tidak diperlukan akses root, dan televisi dapat direset ke pengaturan pabrik. Proses ini bisa sesederhana meminta AI untuk melakukan hack dan mengikuti langkah-langkah untuk menghapus bloatware. Namun, ada risiko seperti bagian sistem yang dapat dinonaktifkan secara tidak sengaja, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen. Selain itu, pengguna perlu mencari prompt yang tepat karena tidak semua chatbot AI akan bekerja sama sepenuhnya.
