---
title: Teori Kompresi Jürgen Schmidhuber Menjelaskan Batasan Kreativitas Kecerdasan Buatan
url: https://www.elseif.net/id/teori-kompresi-jurgen-schmidhuber-menjelaskan-batasan-kreativitas-kecerdasan-buatan
published: 2026-10-20T11:00:09+00:00
language: id
section: Model
source: https://habr.com/ru/companies/ru_mts/articles/1095280/?utm_campaign=1095280&utm_source=habrahabr&utm_medium=rss
organizations: Habr AI
publisher: elseif
---

# Teori Kompresi Jürgen Schmidhuber Menjelaskan Batasan Kreativitas Kecerdasan Buatan

Jürgen Schmidhuber pada November dua ribu dua puluh lima menerbitkan tautan menuju karya ilmiah miliknya yang berusia tujuh belas tahun sebagai tanggapan terhadap pernyataan Elon Musk mengenai sifat kecerdasan buatan. Tindakan ini dilakukan oleh ilmuwan yang dianggap oleh sebagian industri sebagai bapak kecerdasan buatan modern untuk menjelaskan mengapa sistem kecerdasan buatan saat ini belum mampu mencapai kreativitas sejati. Schmidhuber mengarahkan perhatian publik kepada teorinya yang menyatakan bahwa kreativitas dan rasa ingin tahu bukanlah bakat misterius, melainkan proses komputasi yang dapat diformalkan sepenuhnya.

Karya ilmiah berjudul Didorong oleh Kemajuan Kompresi tersebut diterbitkan pada tanggal dua puluh tiga Desember dua ribu delapan dan mengklaim memiliki prinsip sederhana yang menjelaskan aspek-aspek penting seperti keindahan subjektif, kebaruan, kejutan, minat, perhatian, rasa ingin tahu, kreativitas, seni, sains, musik, serta lelucon. Teori ini dibangun di atas premis dasar bahwa manusia atau agen tertarik pada hal-hal yang mereka pahami sedikit lebih baik dibandingkan pemahaman mereka kemarin. Schmidhuber memformalkan konsep ini melalui keberadaan kompresor internal pada pengamat yang bertugas memampatkan seluruh riwayat observasi mereka, di mana tingkat pemampatan yang lebih baik mencerminkan pemahaman dan kemampuan prediksi terhadap dunia yang lebih akurat.

Teori tersebut menetapkan empat prinsip algoritmik utama bagi agen cerdas untuk menstimulasi perkembangan melalui kreativitas. Prinsip pertama mengharuskan agen untuk menyimpan seluruh riwayat tindakan dan observasi karena data tersebut merupakan satu-satunya pengetahuan yang dimiliki agen tentang dunia. Prinsip kedua menuntut agen untuk terus meningkatkan kemampuan pemampatan subjektif data, karena setiap pola yang ditemukan akan menghemat bit data dan versi data yang termampatkan pada dasarnya merupakan penjelasan dari data tersebut. Prinsip ketiga menetapkan bahwa penghargaan internal untuk rasa ingin tahu harus mencerminkan kemajuan dalam proses pemampatan, bukan sekadar hasil akhir atau jumlah data yang dikumpulkan. Prinsip keempat menginstruksikan agen untuk memaksimalkan penghargaan internal tersebut dengan secara mandiri memutuskan apa yang indah, ke mana harus melihat, dan apa yang harus disentuh berdasarkan probabilitas pemahaman baru.

Schmidhuber mendefinisikan keindahan data sebagai tingkat kemampuan data tersebut untuk dimampatkan oleh pengamat tertentu pada momen tertentu, sedangkan minat didefinisikan sebagai turunan dari keindahan tersebut terhadap waktu atau kemiringan kurva pembelajaran. Definisi ini menyiratkan bahwa sesuatu yang indah dapat menjadi membosankan jika sudah sepenuhnya dipelajari, sementara hal yang menarik adalah sesuatu yang sedang menjadi lebih mudah dipahami. Pandangan ini berbeda dengan persepsi umum yang mungkin mengaitkan kompresi hanya dengan pencarian program pendek yang menjelaskan data dan korelasi hanya dengan penemuan hubungan stabil antar observasi.

Perdebatan ini melibatkan konteks sejarah di mana Schmidhuber telah lama terlibat dalam perselisihan publik mengenai prioritas penemuan dengan tiga ilmuwan lain yang menerima Penghargaan Turing pada tahun dua ribu delapan belas. Ilmuwan tersebut menerbitkan analisis rinci yang mengklaim bahwa para penerima penghargaan tersebut secara sistematis gagal mengutip sumber asli, termasuk karya-karya miliknya sendiri terkait berbagai topik mulai dari propagasi mundur hingga jaringan adversarial generatif. Meskipun klaim prioritas Schmidhuber memiliki dasar kebenaran, cara penyampaiannya telah menjadikannya figur yang kontroversial dalam komunitas ilmiah.

Diskusi ini juga menanggapi pandangan François Chollet, pencipta kerangka kerja Keras, yang menyatakan bahwa semua penemuan ilmiah besar pada dasarnya adalah kompresi informasi yang mengambil kumpulan observasi kompleks dan menyatakannya sebagai satu aturan sederhana. Schmidhuber memperluas konsep ini dengan menegaskan bahwa aturan harus bersifat simbolis dan jika aturan tidak demikian, maka tidak ada penjelasan nyata yang terjadi. Teori ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana agen dapat bergerak dari hasil penerapan aturan menuju pemahaman aturan itu sendiri melalui efisiensi kompresi data observasi.
