3 Figur KI, satu konsensus: Claude Skills sebagai tim sparring untuk wiraswasta
12 Oktober 2026 · Baca 2 menit
Seorang wiraswasta yang bekerja sendiri mengembangkan tiga mitra sparring berbasis kecerdasan buatan melalui Claude-Skills, dengan interaksi menggunakan Claude alih-alih kode. Dalam proyek ini, tiga figur kecerdasan buatan berfungsi untuk mendukung pengambilan keputusan. Satu figur memberikan jawaban yang sejalan dengan cara berpikir pemilik, satu lagi mengidentifikasi kelemahan dalam rencana, dan yang ketiga mempertanyakan pihak-pihak yang terlibat dalam keputusan tersebut.
Tim ini menjadi salah satu fondasi kerja Rohnfelder, yang mengatur seluruh aktivitasnya di sekitar Claude dengan pengetahuan yang terintegrasi dan alur kerja yang terorganisir. Rohnfelder tidak memerlukan alat tambahan untuk ketiga figur ini. Penelitian menunjukkan bahwa model bahasa cenderung menyesuaikan diri dengan pengguna, yang dalam penelitian disebut sebagai Sycophancy. Hal ini terbukti dari studi yang dilakukan oleh tim dari Stanford University, yang menemukan bahwa sebelas model terkemuka mengonfirmasi perilaku pengguna 49 persen lebih sering dibandingkan manusia.
Rohnfelder mengalami tantangan dengan versi awal dari kritikusnya, yang terus mengulangi keberatan tanpa memberikan solusi. Untuk mengatasi hal tersebut, ia menciptakan Claude-Skills yang dapat diakses secara bersamaan, memungkinkan ketiga figur untuk berinteraksi dan memberikan rekomendasi bersama. Sistem ini beroperasi dalam langganan Claude-Pro yang sudah digunakannya, dengan waktu pemeliharaan tidak lebih dari satu hingga dua jam per minggu.
Regulasi yang ditetapkan untuk figur-figur ini sangat penting agar mereka dapat saling berargumen dengan efektif. Kritikus yang selalu menemukan kesalahan akan diabaikan, sementara yang cepat menyerah tidak memberikan kontribusi berarti. Dengan pendekatan ini, Rohnfelder berharap untuk membangun konsensus yang solid dalam pengambilan keputusan bisnis.