Model

CEO Robotic Company Ali Kashani Buka Surat Terbuka kepada Putri, Sarankan Masa Depan AI

16 Oktober 2026 · Baca 2 menit

red and yellow light on dark room
Compare Fibre / Unsplash

Ali Kashani, CEO perusahaan robotika Amerika Serikat, menulis surat terbuka kepada putri putrinya tentang AI. Ia menegaskan AI bukan 'hauwawa' yang harus takut, melainkan peluang yang harus dipelajari. Ia menolak pandangan bahwa AI akan menghilangkan pekerjaan manusia. Sebaliknya, ia menyatakan AI akan membantu manusia bekerja lebih aman dan lebih baik. Ia mengajak generasi muda untuk tidak berdiam diri di tepi peristiwa, melainkan menjadi bagian dari perubahan. Kashani mengingatkan bahwa robot tidaklah dewa, melainkan butuh bantuan manusia. Ia memberikan contoh sejarah, seperti penemuan traktir yang mengubah pertanian. Ia menyebut pada awal abad ke-20 hanya 5 persen pekerja yang bekerja di lapangan profesional, angka ini naik menjadi sekitar 35 persen saat ini.

Ia juga menyebut sekitar lima juta orang di seluruh dunia kini menghasilkan pendapatan sebagai influencer media sosial, sesuatu yang dua dekade lalu dianggap mustahil. Kashani menekankan bahwa perubahan teknologi tidak hanya menghilangkan pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan baru. Ia mencontohkan penurunan persentase petani di Amerika Serikat menjadi sekitar 2 persen, sementara teknologi pertanian memperbaiki produksi pangan dan menurunkan kelaparan. Ia berargumen bahwa masyarakat harus melihat AI bukan hanya sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan pekerjaan baru. Ia menyarankan agar generasi muda belajar tentang AI, bertanya, dan memahami cara kerja teknologi tersebut.

Ia menegaskan bahwa masa depan AI tidak hanya di tangan perusahaan teknologi, tetapi juga di tangan generasi muda yang akan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata. Ia menolak pandangan bahwa AI akan mencapai tujuan seperti menghilangkan kanser atau menghancurkan dunia, karena robot tetap membutuhkan manusia untuk berfungsi. Ia menyatakan bahwa AI bukanlah sesuatu yang harus takut, melainkan sesuatu yang harus dipelajari dan dimengerti. Ia mengajak generasi muda untuk tidak mengikuti klaim yang tidak berdasar, melainkan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.