Model

Pengembang menulis ulang aplikasi morse menggunakan kecerdasan buatan

28 Oktober 2026 · Baca 2 menit

Rows of black server racks with white logos in a data center
imgix / Unsplash

Seorang pengembang telah menulis ulang seluruh kode aplikasi morse yang sebelumnya ditulis dalam bahasa pemrograman Objective-C menjadi bahasa Swift, dengan bantuan kecerdasan buatan. Aplikasi tersebut kini berjalan di sistem operasi macOS murni dan antarmukanya dibangun ulang menggunakan teknologi SwiftUI. Tidak ada satu pun baris kode dari versi lama yang tersisa dalam versi baru ini.

Proyek ini telah tidak diperbarui selama lebih dari lima tahun. Pengembang memutuskan untuk menggunakan kecerdasan buatan karena keterbatasan waktu. Proses migrasi dimulai dengan memindahkan proyek dari platform Catalyst ke macOS murni, kemudian mengubah seluruh kode Objective-C menjadi Swift, dan memigrasikan pustaka pihak ketiga yang sebelumnya bergantung pada CocoaPods. Inti aplikasi, yang sebelumnya ditulis dalam bahasa C murni untuk mengurangi latensi sinyal, juga berhasil dipindahkan ke Swift.

Antarmuka aplikasi telah diterjemahkan ke dalam 60 bahasa dunia menggunakan model bahasa. Untuk memastikan akurasi, setiap terjemahan diperiksa menggunakan dua model kecerdasan buatan yang bersaing, yaitu model dari Claude dan model dari Codex. Selain terjemahan antarmuka, aplikasi kini mendukung 37 tabel morse berbeda, termasuk tabel khusus untuk Jepang, Tiongkok, India, dan Thailand. Integrasi ini dilakukan di tingkat inti aplikasi agar input dari kunci telegraf tetap berfungsi dengan kombinasi karakter khusus.

Fitur pembelajaran dalam aplikasi telah ditingkatkan menggunakan metodologi ilmiah modern. Aplikasi kini dapat memilih pasangan karakter secara otomatis berdasarkan metode Koch, sementara pengguna tetap dapat berlatih dengan kelompok karakter tertentu. Proses pengujian pengetahuan juga diubah untuk meniru format kompetisi morse internasional, dengan pengukuran waktu, kesalahan, dan kelompok karakter. Perhitungan progres belajar kini menunjukkan karakter mana yang paling sering salah oleh pengguna.

Pengembang juga membangun panel administrasi terpisah untuk mengelola produk, termasuk pengiriman pesan, lelang barang fisik, kode promosi, dan dukungan pelanggan melalui obrolan dengan dukungan video dan foto. Panel ini mengintegrasikan model terjemahan teks untuk mendukung pelanggan dalam berbagai bahasa. Selain itu, skrip Python digunakan untuk mengambil tangkapan layar aplikasi dalam bahasa yang sesuai untuk keperluan toko aplikasi.

Fitur terakhir yang dikembangkan adalah kemampuan untuk mendekode sinyal morse langsung dari siaran radio. Fitur ini dirancang untuk mengenali sinyal dari beberapa stasiun secara bersamaan, bahkan dalam kondisi siaran yang sangat bising dan sulit didengar oleh manusia profesional.