Model

Google Quantum AI memperkenalkan teknik Magic State untuk efisiensi pengolahan

21 Oktober 2026 · Baca 1 menit

Juga diterbitkan dalam 한국어, 中文, हिन्दी

A glowing circuit board surrounded by abstract digital elements
Brecht Corbeel / Unsplash

Google Quantum AI telah memperkenalkan teknik yang dikenal sebagai Magic State Cultivation, yang bertujuan untuk mengurangi biaya pengolahan dan meningkatkan akurasi dalam pengolahan kuantum. Dalam laporan terbaru yang dipublikasikan di jurnal Science, Google mengungkapkan bahwa teknik ini berhasil mengurangi biaya pengolahan secara signifikan dan telah diuji di perangkat keras nyata.

Teknik ini bergantung pada keberadaan keadaan kuantum khusus yang disebut Magic State. Meskipun konsep ini telah ada sejak tahun 2004, pemanfaatan Magic State sebelumnya membutuhkan sumber daya yang sangat besar untuk menghasilkan keadaan yang berkualitas. Dalam beberapa kasus, kebutuhan sumber daya dapat mencapai 95%, sehingga menyisakan sedikit ruang untuk operasi lainnya. Hal ini telah menjadi salah satu tantangan utama dalam pengolahan kuantum yang dihadapi oleh para peneliti selama dua dekade terakhir.

Proposal dari tim Google Quantum AI adalah "memanen" keadaan Magic State melalui proses pengumpulan dan verifikasi di chip Willow, untuk memastikan bahwa hanya keadaan yang berkualitas tinggi yang dikumpulkan dalam jumlah yang cukup untuk digunakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan berkurang sebesar 40%, sementara tingkat akurasi yang dicapai adalah 99,99%. Proses ini sepenuhnya dilakukan di atas chip kuantum Willow yang dirancang dan dikembangkan oleh Google.

Google mencatat bahwa pengujian ini masih dalam skala kecil. Tantangan berikutnya adalah melakukan pengujian pada skala yang lebih besar untuk mendekati aplikasi nyata. Selain itu, akan ada tantangan lainnya yang harus dihadapi seiring berkembangnya teknologi ini.