Model

OpenAI Rilis GPT-6 Cyber untuk Riset Keamanan Siber

8 November 2026 · Baca 2 menit

Long exposure light trails on a highway before the New York City skyline
Zac Ong / Unsplash

OpenAI telah meluncurkan GPT-6 Cyber, sebuah model kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk bidang keamanan siber. Model ini dilatih untuk menemukan dan memverifikasi kerentanan yang dapat dieksploitasi, dengan tetap beroperasi di dalam batasan yang ditetapkan oleh para peneliti. Peluncuran ini menandai langkah baru dalam penggunaan kecerdasan buatan untuk riset keamanan yang terkontrol.

Model GPT-6 Cyber saat ini mulai tersedia bagi pelanggan Daybreak Red yang telah disetujui untuk mengaksesnya melalui antarmuka pemrograman aplikasi. Dalam pengujian pada platform ExploitGym, model ini berhasil meraih skor 48,5 persen, meningkat dari skor 32,1 persen yang dicapai oleh versi sebelumnya, GPT-5.6 Cyber. Pengujian tersebut berfokus pada serangan terhadap kerentanan yang telah diidentifikasi pada target jarak jauh.

Pada pengujian penetrasi web tanpa akses ke kode sumber, GPT-6 Cyber mencatat tingkat keberhasilan penemuan atau recall sebesar 40,3 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan 32,0 persen yang dicapai oleh GPT-6 Astra. Selain itu, pada pengujian RemoteExploitBench yang menggunakan kerentanan pada GitLab, PostgreSQL, dan Jenkins, model ini berhasil menyelesaikan tugas dengan tingkat keberhasilan 95 persen.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, OpenAI mengklasifikasikan GPT-6 Cyber pada tingkat risiko kritis dalam kerangka kesiapan keamanan siber. Klasifikasi ini lebih tinggi dari tingkat risiko tinggi yang diberikan kepada GPT-5.6 Cyber. Untuk aspek keselarasan, model ini dilatih agar tetap berada dalam batas yang diizinkan, mematuhi batasan yang ada, dan melaporkan hasil secara akurat.

Dalam pengujian honeypot pada ExploitGym, di mana layanan yang mudah diserang diletakkan di luar batas tugas sebagai jebakan, GPT-6 Cyber berhasil menghindari serangan terhadap layanan tersebut dengan tingkat keberhasilan 99,93 persen tanpa menggunakan prompt keselamatan tambahan. Angka ini meningkat dari 94,49 persen pada GPT-5.6 Cyber. Ketika prompt keselamatan tersebut digunakan, tingkat keberhasilannya mencapai 100 persen.

Dalam penggunaan nyata, tim riset OpenAI menggunakan GPT-6 Cyber untuk menemukan 81 kerentanan tingkat tinggi yang sebelumnya tidak diketahui pada peramban Firefox. Beberapa di antaranya telah diperbaiki oleh Mozilla. Model ini juga berhasil mereproduksi 1.724 kerentanan pada kernel Linux dan membuat 948 alat eksploitasi yang berfungsi. Sebanyak 304 kerentanan kritis dilaporkan kepada pemelihara perangkat lunak dengan menyertakan patch yang diusulkan.

Tim keamanan dari Cisco dan CodeRabbit juga telah mulai menggunakan model ini untuk riset kerentanan dan peninjauan kode. Untuk mencegah penyalahgunaan, OpenAI menambahkan pemantauan untuk memastikan tindakan model sesuai dengan hak pengguna. Pembatasan alamat IP diterapkan secara bawaan untuk akses ke API Daybreak Red, dan pelanggan yang menggunakan retensi data nol diwajibkan menggunakan pemrosesan keselamatan privat. OpenAI juga membentuk kelompok khusus untuk infrastruktur kritis bekerja sama dengan Dragos untuk mengevaluasi pengaman. Akses ke model ini akan segera diperluas ke seluruh pelanggan Daybreak Red, sementara GPT-5.6 Cyber juga sedang dibuka untuk semua pelanggan tersebut.